Postingan

Menampilkan postingan dengan label mencela

Larangan Saling Mencela

Gambar
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Al 'Ala` bin Abdurrahman dari bapaknya dari Abu Hurairah ia berkata;  Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kedua orang yang saling menghina, maka dosa dari perkataan keduanya ditanggung oleh orang yang memulai selama orang yang dizhalimi (dihina) tidak berlebih-lebihan dalam membalas hinaan." Hadits semakna diriwayatkan dari Sa'ad, Ibnu Mas'ud dan Abdullah bin Mughaffal. Berkata Abu Isa: Ini merupakan hadits hasan shahih. HR. Tirmidzi

Jangan Mencela Makananmu

Gambar
Momen bulan ramadhan ini kita pasti akan sangat sering berhadapan dengan makanan dan minuman terutama saat berbuka dan sahur Tapi tiap orang punya selera yang berbeda-beda dalam hal makanan dan minuman Ada yang suka makanan pedas, manis, kecut, asin, berkuah dan lainnya Diantara perbedaan selera makan tersebut, jangan sampai kita melakukan hal-hal yang kurang memperhatikan adab makan Jangan mencela Makanan Kalau tidak suka, Tinggalkan Dari Abu Hazim dari Abu Hurairah ia berkata: Nabi ï·º Tidak Pernah Mencela Makanan sekali pun. Bila beliau berselera, maka beliau memakannya dan bila tidak suka, maka beliau meninggalkannya" (HR. Bukhari) Namun tidak mengapa jika memberi kritikan pada yang masak, misalnya dengan berkata, “Hari ini masakanmu terlalu banyak garam, terlalu pedas atau semacam itu.” Yang disebutkan ini bukan maksud menjelakkan makanan, namun hanyalah masukan biar dapat diperbaiki Dan jangan lupa untuk mensyukuri nikmat berupa makanan minuman yang tengah kau nikmati saat ini...

Larangan Saling Mencela

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Al 'Ala` bin Abdurrahman dari bapaknya dari Abu Hurairah ia berkata; Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kedua orang yang saling menghina, maka dosa dari perkataan keduanya ditanggung oleh orang yang memulai selama orang yang dizhalimi (dihina) tidak berlebih-lebihan dalam membalas hinaan." Hadits semakna diriwayatkan dari Sa'ad, Ibnu Mas'ud dan Abdullah bin Mughaffal. Berkata Abu Isa: Ini merupakan hadits hasan shahih. HR. Tirmidzi

Most Watched

Visitor

Online

Related Post