Membaca Alquran
Jika ditinjau dari segi sejarah, orang yang pertamakali membaca al-Qur’an dengan model Qiroah Sab’ah, adalah para sahabat. Al-Qur’an sebagai kitab suci tidak pernah lepas dari bulan suci Ramadhan, karena memang Allah Swt menurunkannya pada bulan Ramadhan, tepatnya pada malam istimewa ‘’Lailatul Qodar’’. Malam yang penuh berkah itu disinyalir malam yang lebih baik dari seribu bulan. Nyaris, semua amalan ibadah yang dilakukan pada malam itu, nilainya sangat besar (berlipat-lipat). Malaikat yang bertugas membawa wahyu ialah Jibril as, dimana setiap bulan suci Ramadhan, Jibril selalu sibuk deres (tadarus al-Qur’an) bersama-sama Nabi Saw. Kegiatan tadarusan bersama itu baru berhenti, ketika Nabi Saw i’tikaf terahir di Masjid Nabawi, dimana waktu itu termasuk i’tikaf terahir, yang kemudian Nabi Saw wafat setelah Musim haji selesai. Nabi Saw pernah menyampaiakn kepada putrinya:’’ bulan Ramadhan ini Jibril tidak lagi datang’’. Ini isarat, bahwa tahun depan sudah tidak lagi ketemu dengan Ramadh...