Merasa Baik Akhirnya Sulit Diperbaiki
“Seseorang itu kalau sudah merasa ‘baik’… SULIT DIPERBAIKI” . Sungguh perkataan singkat yang amat menusuk dan amat dalam maknanya… . [1] Awal mula tertimpanya keburukan bagi seseorang, apabila dia merasa dirinya sebagai ‘orang baik’ . Perkataan beliau ini mengingatkan kita tentang nasehat dari Ummul Mu`miniin ‘Aa`isyah radhiyallaahu ‘anha ketika beliau ditanya: . مَتَى يَكُوْنُ الرَّجُلُ مُسِيْأً . Kapan seseorang itu dikatakan buruk? . Beliau menjawab: . إِذَا ظَنَّ أَنَّهُ مُحْسِنٌ . Ketika dia menyangka dirinya seorang yang baik. . (At-Taisiir bisyarh Al-Jaami’ as-Shoghiir 2/606; kutip dari web ust. firanda) . Benarlah perkataan beliau, awal mula keterperosokan seseorang dalam keburukan, ketika dia menilai dirinya sebagai seorang yang baik. Maka dia pun akan mulai merendahkan orang lain. Maka dia pun merasa serba-berkecukupan, sehingga menghalangi dirinya untuk terus memperbaiki segala keburukannya, kesalahannya, kekeliruannya, serta kekurangan-kekurangannya dalam penunaian kebaikan...