Seringkali yang paling banyak berbicara, paling tangkas menanggapi segala pembicaraan apa pun temanya, bukanlah yang paling berilmu. Tidak jarang pula yang paling sering diminta menjelaskan bukanlah yang paling matang pemahamannya, mendalam ilmunya, melainkan mereka yang masih perlu dikuatkan hatinya. Sebagaimana orangtua menunjukkan sikap antusias saat anak berbicara, bukan karena mereka tidak tahu, tetapi untuk membesarkan hati anak-anaknya sehingga merasa dirinya berharga. Seperti yang dicontohkan oleh Atha' bin Abi Rabah rahimahuLlah, seorang ulama besar dari generasi tabi’in. Abu Muhammad Atha bin Abi Rabah Aslam bin Shafwan, begitu sebutan lengkapnya, merupakan ulama yang sulit dicari tandingannya. Ia ahli tafsir, perawi hadis dan ahli fiqih. Kedalaman ilmunya membuat ia menjadi tempat bertanya berbagai permasalahan yang ada di Makkah saat itu. Banyak nasehatnya yang diabadikan dan pendapatnya yang terus dipegangi. Di antara nasehatnya ialah cerita yang dituturkannya, “Ada se...